Info Rendang – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) mendorong Resimen Mahasiswa (Menwa) tampil sebagai garda terdepan dalam pembentukan karakter generasi muda di era digital. Hal itu ditegaskan dalam Sarasehan Nasional Menwa bertema “Katalis Indonesia Emas 2045” yang berlangsung di PT Dirgantara Indonesia (PTDI), Bandung.

Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemendikbud menekankan pentingnya Menwa sebagai aktor strategis dalam menjawab tantangan revolusi industri dan transformasi sosial. Menwa diharapkan tidak sekadar menjadi simbol kedisiplinan, melainkan laboratorium kepemimpinan berbasis nilai kebangsaan.
“Kepemimpinan transformatif tidak cukup hanya dengan memberi perintah, tapi membentuk karakter, memberi inspirasi, dan menumbuhkan rasa tanggung jawab,” ujar perwakilan Kemendikbud.
Baca Juga : Tahun Ajaran Baru, Presiden Prabowo Mantapkan Kesiapan Sekolah Rakyat
Direktur Utama PTDI, Marsda TNI (Purn) Dr. Ir. Gita Amperiawan, M.Sc, menambahkan bahwa dunia industri saat ini menuntut pemuda untuk memiliki kecakapan digital, kolaborasi lintas disiplin, serta daya saing global. Menwa ditantang menjadi pemuda tangguh yang “future-ready”.
“Kita hidup dalam era disrupsi digital. Menwa harus siap dengan literasi AI, data, IoT, dan otomatisasi. Bukan hanya kuat mental, tapi juga kompeten secara digital,” tegas Gita.
Dari Kalimantan hingga Bali, Mahasiswa Dilatih Jadi Garda Terdepan Dunia Maya
Perspektif keamanan nasional juga dibahas dalam sarasehan ini. Brigjen TNI Bondan Widiawan dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mengingatkan bahwa ancaman negara kini hadir dalam bentuk siber. Disinformasi, propaganda digital, dan serangan siber menjadi bentuk baru dari perang modern.
“Perang di masa kini tidak selalu soal senjata, tapi pikiran. Menwa harus jadi penjaga kedaulatan bangsa melalui edukasi literasi digital dan bela negara berbasis dunia maya,” tegasnya.
Sarasehan diikuti oleh 423 peserta (150 hadir langsung dan 273 secara daring) dari berbagai provinsi seperti Jawa Barat, Kalimantan, Riau, Lampung, Sulawesi Utara, dan Bali. Acara ini juga menghadirkan tokoh-tokoh penting, termasuk Ketua Umum Korps Menwa Indonesia dan para pimpinan perguruan tinggi.
Kepala Badan Kesbangpol Jabar, Drs. Wahyu Mijaya, M.Si., yang juga senior Menwa Mahawarman, menegaskan pentingnya penguatan jati diri bangsa di era post-truth dan globalisasi.
“Menwa harus menjadi benteng karakter bangsa, pelopor transformasi sosial, dan jembatan antara dunia pendidikan, pemerintahan, dan masyarakat,” ujarnya.
Dengan komitmen dan dukungan multi-sektor, Menwa diharapkan menjadi garda utama dalam menyongsong Indonesia Emas 2045, melalui kolaborasi bela negara, literasi digital, dan kepemimpinan transformatif.
















