Breaking News
Kumpulan informasi aktual seputar peristiwa penting yang terjadi di seluruh wilayah Indonesia, meliputi isu politik, kebijakan pemerintah, bencana, dan dinamika sosial masyarakat.
Shoppe Mall
Shoppe Mall
Shoppe Mall Shoppe Mall Shoppe Mall

Made Mandra, Pengrajin Rindik Denpasar yang Berharap Keterampilan Rindik Terus Dilestarikan

cek disini

Mencari Pewaris Rindik Denpasar, Made Mandra Berharap Anak Muda Bali Melanjutkan Keterampilan Tradisional

Mengenal Rindik, Alat Musik Tradisional Bali
Mengenal Rindik, Alat Musik Tradisional Bali

Info Rendang – 11 Juni 2025. Made Mandra, seorang pengrajin Rindik dari Banjar Tenten Denpasar, Bali, dikenal luas di kalangan warga Bali, terutama di kalangan penggemar seni Rindik. Dengan sebutan “Parindik Tenten,” Made Mandra sudah tidak asing lagi di telinga para pecinta musik tradisional Bali, khususnya Rindik, alat musik tradisional yang dimainkan dengan cara dipukul.

Rindik Tenten, yang terkenal di Bali, memiliki sejarah panjang, terutama sejak tahun 1955, ketika perkumpulan joged Bumbung mulai muncul di Banjar Tenten. Tarian Joged Bumbung yang menjadi favorit anak muda pada masa itu membuat musik Rindik semakin populer. Musik Rindik pun  hingga kini masih menjadi bagian integral dari kehidupan budaya masyarakat Bali.

Made Mandra yang telah menekuni kesenian Rindik sejak lama, mengungkapkan bahwa dirinya memulai perjalanan sebagai pengrajin Rindik secara otodidak. Ia belajar pembuatan dan cara memainkan alat musik tersebut setelah mengamati serta mengikuti jejak almarhum Ketut Diblug. Seorang pengrajin senior yang terkenal di Banjar Tenten. “Saya belajar Rindik dan tahu cara pembuatan Rindik secara otodidak karena melihat dan mengikuti jejak almarhum,” ujar Made Mandra dengan senyum tulus.

Baca Juga : Bangun MBG di Rendang, BGN; Bali Masih Kekurangan Dapur Umum Makan Bergizi Gratis 

Kekhawatiran Akan Kelangsungan Seni Rindik

Namun, meskipun Made Mandra dikenal luas sebagai pengrajin Rindik, ia merasa khawatir mengenai kelangsungan seni ini di masa depan. Saat ini, ia memiliki dua putra dengan kebutuhan khusus dan berharap ada generasi muda yang akan melanjutkan keterampilan tradisional yang sudah diwariskan kepadanya. Ia mengakui bahwa meskipun banyak anak muda yang tertarik untuk belajar bermain lagu menggunakan Rindik. Tetapi masih sangat sedikit yang bersedia mempelajari keterampilan pembuatan Rindik secara mendalam dan melanjutkan tradisi tersebut.

“Untuk sekedar belajar dan bermain lagu sudah banyak yang bisa, tetapi yang akan melanjutkan keterampilan ini saya belum tahu,” ujarnya sambil berharap ada anak muda yang tertarik dan bersedia menjadi pewaris keterampilan ini.

Made Mandra, sebagai sosok yang sabar dan penuh dedikasi. Beliau selalu terbuka untuk mengajarkan dan berbagi pengetahuan mengenai Rindik kepada siapa saja yang ingin belajar. Ia berharap suatu hari nanti akan ada generasi muda yang mewarisi keterampilan ini. Melanjutkan tradisi budaya Bali yang kaya dan terus memelihara seni musik tradisional.

Made Mandra berharap bahwa keberlanjutan seni Rindik ini bukan hanya sekadar soal mempertahankan alat musik. Tetapi juga untuk menjaga dan melestarikan kebudayaan Bali yang kaya akan nilai-nilai tradisional.

telkomsel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *