Info Rendang – Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) diperingati setiap tanggal 12 Juli sebagai penghormatan atas digelarnya Kongres Gerakan Koperasi Pertama pada 12 Juli 1947 di Tasikmalaya. Tahun ini, Indonesia memperingati Harkopnas ke-78, dengan tema besar: “Koperasi Maju, Indonesia Adil dan Makmur.”

Tema tersebut digaungkan oleh Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin), Bambang Haryadi, sebagai bentuk dukungan terhadap visi pemerintah dalam membangkitkan kembali semangat berkoperasi dan menjadikan koperasi sebagai penopang ekonomi kerakyatan. Peringatan tahun 2025 juga disinergikan dengan program nasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, yang diluncurkan sebagai penyeimbang ekonomi lokal.
Sejarah Panjang Gerakan Koperasi Indonesia
Cikal bakal koperasi di Indonesia bermula pada 16 Desember 1886, saat R. Aria Wiraatmadja, Patih Purwokerto, mendirikan koperasi kredit bernama Hulp en Spaarbank untuk membantu para priyayi dari jerat rentenir. Konsep koperasi ini terinspirasi dari sistem Reiffeisen dan mulai berkembang sebagai bagian dari politik etis pemerintah kolonial.
Memasuki abad ke-20, gerakan koperasi mulai tumbuh sebagai bentuk perlawanan rakyat terhadap sistem ekonomi yang menindas. Setelah Indonesia merdeka, gerakan koperasi yang tersebar disatukan melalui Kongres Koperasi 1947. Dengan hasil pembentukan Sentral Organisasi Koperasi Rakyat Indonesia (SOKRI) sebagai wadah tunggal koperasi nasional.
Baca Juga : Cek Manfaat Kunyit untuk Kesehatan Tubuh dan Kulit
Selanjutnya, pada Kongres Koperasi ke-2 tahun 1953 di Bandung, ditetapkan tanggal 12 Juli sebagai Hari Koperasi Indonesia, serta diresmikan Mohammad Hatta sebagai Bapak Koperasi Indonesia.
Koperasi dalam Pembangunan dan Ekonomi Nasional
Seiring kemajuan zaman, koperasi terus berkembang dalam berbagai sektor, mulai dari pertanian, perikanan, industri, jasa, hingga teknologi digital. Peran koperasi kini tidak hanya terbatas pada ekonomi mikro, tapi juga dalam mendukung pembangunan nasional yang inklusif dan berkeadilan sosial.
Peringatan Hari Koperasi Nasional ke-78 tahun 2025 menjadi momentum penting untuk merefleksikan peran koperasi sebagai kekuatan utama ekonomi rakyat. Pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan UKM bersama Dekopin menegaskan komitmennya untuk melakukan reformasi kelembagaan koperasi, modernisasi sistem, serta memperluas literasi keuangan berbasis koperasi di seluruh wilayah Indonesia.
















